Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Meses Coklat
    Puisi

    Meses Coklat

    Impong Nasir16 Februari 2025
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Meses Coklat

    seperti ribuan semut terjebak
    kaku dan mati
    meses coklat
    pada margarine di atas donat
    untuk sebuah pesta
    juga kematian yang nyata.

    Desember 2022


    Seperti Lagu-lagu di Spotify

    Aku tak melihat bulan warna apa malam ini
    tapi di bawah atap kamar ini, ingin kukecupkan kata-kata
    pada telinga berantingmu:
    simpan ke playlist untuk peristiwa-peristiwa yang kita sukai
    mereka seperti lagu-lagu di Spotify

    Mei 2024


    Ladang Kering

    kaubisa jatuhkan hujan air mata
    di mana saja
    agar retak tanah
    juga jarak tubuh
    segeralah rindu berlabuh

    Juli 2024


    Bulan Sabit

    lihatlah bulan sabit itu kekasihku
    juga sebuah ranting dari pohon kering
    berdiri ingin meraihnya

    adakah juga di sana orang-orang yang tertawa
    seolah menjatuhkan impian-impian kita

    sehingga jatuh
    tak terhingga jauh

    September 2024


    Sepasang Ikan Keracunan

    pandanglah ke sana
    hai mata bulan
    sungai paling dasar
    di sana sepasang ikan
    bukan sedang mabuk perjalanan

    November 2024

    Solilokui

    seandainya tak kaudengar suaraku
    telingaku mau menampungnya
    bila harus mengendap di dasar hati
    kemudian aku sakit-sakitan
    kegilaanku adalah mauku sendiri

    Desember 2024


    Impong Nasir, lahir dan menetap di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Saat ini aktif menulis cerpen dan puisi. Buku puisinya terbit pada Tahun 2021 dengan judul “Ada Empat Kereta Api”.

    kematian margarine semut
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleApa Hukum Mendengar Musik?
    Next Article Hantu Espresso di Jam 2 Pagi

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.