Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Perjamuan di Midtown
    Puisi

    Perjamuan di Midtown

    Wangi31 Agustus 2025
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Perjamuan di Midtown

    rek, ayo rek
    mlaku-mlaku nang tunjungan
    tunjungan, jantung kota Surabaya
    megahmu tersaji di salah satu sudut jalan basuki rahmat
    sensasi elegan terekam di sesak pikir
    rangkaian aksara menu utama perjamuan
    meriah, dan bertabur kejutan

    midtown melekat di hati
    dinding kaca saksi bisu ‘kan bahagia kami
    bangunan ini taburkan sensasi mewah
    saat pejuang literasi meraih cuan
    antara hening dan riuh dalam meramu karya
    terselip janji temu di secangkir latte
    gubuk hantaran bagai ruang hangat kebersamaan saat itu

    kenangan jejak perjumpaan istimewa bersandar di sofa ujung
    tak ingin tanggal 28 terbang tanpa asa
    meski pelukan, dan ciuman telah bersambut
    restoran dan cafe menjadi paragraf estetik
    saat diksi bersatu dalam aksara dari narasumber hebat kbm apps

    Surabaya, 15 Juli 2025 


    Menuai Aksara di Gubeng Kertajaya

    jejak aroma latte mengusik jiwa
    ketika sunyi mengetuk di antara dinding seni
    salah satu gang saksi diskusi panjang kami
    warung ini tempat rangkaian cerita tersaji
    dalam aksara dibalut dengan diksi-diksi menarik
    hanya di sini tanpa pandang status sosial

    ruang terbuka di ujung berikan sejuk estetik
    seni-seni artistik tersaji menawan pada dinding
    sederhana, dan futuristik dalam kelopak netra
    meski sekat menjadi batas ruang
    tetapi keakraban bukti gubuk smeleh kopi memikat
    melekat sampai ke benak hati

    Surabaya, 15 Juli 2025


    Kota Lama

    lampion, atribut klasik terpapar elok
    di taman jembatan merah sampai ujung jalan, dan gang-gang
    menyusuri tikungan potret kenangan
    berbagai sudut istimewa jadi jejak
    dinding bata, pintu ornamen jepang, hingga gaun pengantin
    kini saksi estetika wisata kota Surabaya

    potret pra-wedding saat lampu merah jadi pilihan unik
    dari muda hingga tua bersuka cita di wisata kota tua
    seikat bunga jadi bagian dalam bingkai kamera
    sebuah lampion khusus tertulis HALAMAN KOTA bersinar terang
    saat berbagai sudut dan pose tebarkan makna dari selfie sampai candid

    becak klasik tahun 1945 berjajar memikat hati
    mobil klasik tentara pun bagian dari sajian kota lama ini
    walau sejenak, ku ukir cinta dalam kehangatan
    bersama rindu di segelas sirup istimewa pada wisata kota tua

    Surabaya, 15 Juli 2025


    Bersemi di Monumen Tugu

    senja saksi kehadiran kami
    sudut-sudut unik jadi pilihan dalam bingkai kamera
    batu istimewa “padamu generasi” memikat netra
    tugu yang menjulang urai jejak sejarah pahlawan
    detik, hari, sampai tahun-tahun berlalu tetap kokoh
    makam pahlawan tak dikenal pun dikenang dalam ukiran
    agar anak cucu negeri di surabaya nikmati perjuangan meraih merdeka

    cinta hadir tanpa kenal waktu, dan latar
    walau jarak menjadi jeda dalam jemu
    tetapi hati selalu bersemi di rongga jiwa
    saat kedua mata beradu melekat dalam ingatan
    ‘kan tugu jadi saksi kami bersama menuju gerbang janji suci

    Surabaya, 15 Juli 2025


    Pasar Buku

    blauran, di sudut jalan kranggan
    tempat jajan buku anak sekolah hingga kuliah
    pilihan tua-muda kencangkan dompet
    tipis sampai tebal tetap mereka peluk
    kini sepi bagai kuburan tak terhuni

    kampung ilmu, di sudut jalan semarang
    tempat jajan buku semua kalangan
    lapak idola harga minim warga surabaya
    sensasi perpustakaan bagi penikmat buku-buku bermanfaat
    kini mulai minim peminat daerah ini

    sajikan buku-buku kenangan sampai buku wajah lapuk
    andai pemilik lapak pendulang harta
    pasar buku ‘kan tetap jaya hingga kini
    meski receh dapat membeli sebungkus pengganjal perut
    mereka berjuang demi lanjutkan hidup
    bertahan demi buku bertemu tuannya

    Surabaya, 15 Juli 2025


    Menulis puisi sejak 1998, tetapi sebatas di buku dan dilangitkan di media baru mulai 2024, karya lainnya berada di ig @kimonogruvy. Komunitas tempatnya memasak karya di antaranya pada Ruang Kata, Kelas Puisi Alit (KePuL), KPB, Competer Indonesia (CI), HuMa, dan KMO. Dia pernah mengikuti Asqa Imagination School (AIS) #55 dan #46. Beberapa perjuangannya memikat juri dan juara.

     

    surabaya tunjungan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleBalada Rerimbun Daun Teh
    Next Article Yang Tak Pernah Cukup

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025

    Cahaya yang Ditelanjangi

    12 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.