1/
huruf demi huruf
mengelupas
berdiam
di jeda
ruang imajinasi
tanpa suara
2/
seseorang berlari
menyimpan tempat
yang luput dari masa kecil
3/
sungai tangis terpanjang
cahaya sore remang
memanjang
kehilangan bayang
2025
Di Pintu Ramadhan
pada angka satu. di mula bulan. sehabis rukyatul hilal, sebelum azan menguar. menebar jarum cahaya dan kumandang ayat mengerat. sepanjang derap langkah. pecahan-pecahan luka. seperti jejak kaki. sabar adalah jarum jam pasir yang mengalir. deras dicacah musim, mematah dalam gelisah lungkrah.
di pintu bulan yang terbuka. jutaan rahmat memeluk tubuh-tubuh yang telah lama alpa dan kalah. di diam sujudmu, sebagaiamana kautemui lagi masalalu seorang ibu yang menunggu, pada kaku waktu.
2025
Setelah Hari
setelah hari berakhir, lalu kau akan bertemu dunia arsir. namun di sana engkau akan bersedekap, menatap kalimat-kalimat dirimu yang tak utuh. ruang yang kelabu. dentum waktu membisu, menunggu.
setelah hari ini, akan ada bekas perjalanan. acap gagal dihitung. dan dirimu kehilangan kata pulang. sekadar palung.
2025
Lantunan
ayat demi ayat
berkembang biak
di kepala
pada napas
lantunan
merupa lagu
hingga engkau lapar
memamah luka
sebab telah diwajibkan
bagi umat sebelum engkau
aku dan kamu
ada
puasa
bertanak
dari lembah
ke lembah
2025
Sedekap
setiap detak
lebih dekat
dari pembuluh
usia luruh
keruh
tak utuh
menempuh
keluh
jantung gemuruh
membaca cuaca
berjatuhan
dari kenangan
yang menjalar
di masa muda
2025
Garis Pantai
sepanjang garis
matahari muda
hangat pasir
dan engkau yang memaku
menyimpan biru laut
di kedua mata
garis tipis
batas jejak ombak
luruh di telapak kaki
seorang perempuan muda
2025
Alexander Robert Nainggolan (Alex R. Nainggolan) lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Bekerja sebagai staf Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPPMPTSP) Kota Adm. Jakarta Barat. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku terpublikasi di media cetak dan online. Bukunya yang telah terbit Rumah Malam di Mata Ibu (kumpulan cerpen, Penerbit Pensil 324 Jakarta, 2012), Sajak yang Tak Selesai (kumpulan puisi, Nulis Buku, 2012), Kitab Kemungkinan (kumpulan cerpen, Nulis Buku, 2012), Silsilah Kata (kumpulan puisi, Penerbit basabasi, 2016), Dua Pekan Kesunyian (kumpulan puisi, Penerbit JBS, 2023), Fragmen-fragmen bagi Sayyidina Muhammad (kumpulan puisi, Penerbit Diva Press, 2024).


