Minji tersenyum sedih. “Karena aku tidak menuntut apa-apa darimu. Aku tidak memintamu untuk sembuh, untuk normal, untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Aku menerimamu apa adanya.”
Kredonya, melampaui hukum alam, dan setiap menjalin hubungan dengan perempuan, pria itu tak wajib upacara dengan penjelasan sebagai pengarang, siapa dirinya.
Aku berjalan di atas lantai licin, lampu neon menusuk mata … semua sibuk, semua berpura-pura hidup, di kota yang katanya pahlawan!
Setelah bertahun-tahun masa kelam Karmin sirna, mata itu melawat lagi semalam, mata yang kemerahan, tajam, dan penuh dendam. Membuatnya terjaga sepanjang dini hari. Baru saja tiba di ranjang, di samping Istrinya,
Rek, ayo rek … Kita susuri nadamu yang tak pernah lirih Dari Praban hingga Tunjungan Irama klakson dan langkah kaki…
Acara tunangan Mbak Rani digelar di rumah makan milik Mbak Evi. Bangunan dua lantai dengan taman kecil dan kolam ikan di pinggir halaman.
rek, ayo rek mlaku-mlaku nang tunjungan tunjungan, jantung kota Surabaya megahmu tersaji di salah satu sudut jalan basuki rahmat sensasi…
Apa di telingamu tidak pernah keluar cacing lautan? Mengerikan bila benar makhluk kenyal mengendap di situ. Tak apalah, sisi hati…
Kebekuan kita Dibuat dari batubatu ditata Dan bayang-bayang silam Tembok-tembok rapuh dan pucuk-pucuk gedung. Kebekuan kita Mengelupas pada cat-cat Dan…
“Bu Larasati, boleh bertanya sesuatu yang agak pribadi?” Ruangan kelas mendadak dingin. Seperti AC di ruang dosen yang biasa rusak,…

