Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Ingatan Penyair
    Puisi

    Ingatan Penyair

    Alexander Robert Nainggolan18 Mei 2025
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Ingatan Penyair
    Ingatan Penyair

    1/
    huruf demi huruf
    mengelupas
    berdiam
    di jeda
    ruang imajinasi
    tanpa suara

    2/
    seseorang berlari
    menyimpan tempat
    yang luput dari masa kecil

    3/
    sungai tangis terpanjang
    cahaya sore remang
    memanjang
    kehilangan bayang

    2025


    Di Pintu Ramadhan

    pada angka satu. di mula bulan. sehabis rukyatul hilal, sebelum azan menguar. menebar jarum cahaya dan kumandang ayat mengerat. sepanjang derap langkah. pecahan-pecahan luka. seperti jejak kaki. sabar adalah jarum jam pasir yang mengalir. deras dicacah musim, mematah dalam gelisah lungkrah.
    di pintu bulan yang terbuka. jutaan rahmat memeluk tubuh-tubuh yang telah lama alpa dan kalah. di diam sujudmu, sebagaiamana kautemui lagi masalalu seorang ibu yang menunggu, pada kaku waktu.

    2025


    Setelah Hari

    setelah hari berakhir, lalu kau akan bertemu dunia arsir. namun di sana engkau akan bersedekap, menatap kalimat-kalimat dirimu yang tak utuh. ruang yang kelabu. dentum waktu membisu, menunggu.

    setelah hari ini, akan ada bekas perjalanan. acap gagal dihitung. dan dirimu kehilangan kata pulang. sekadar palung.

    2025


    Lantunan

    ayat demi ayat
    berkembang biak
    di kepala
    pada napas
    lantunan
    merupa lagu
    hingga engkau lapar
    memamah luka

    sebab telah diwajibkan
    bagi umat sebelum engkau
    aku dan kamu
    ada

    puasa
    bertanak
    dari lembah
    ke lembah

    2025


    Sedekap

    setiap detak
    lebih dekat
    dari pembuluh
    usia luruh
    keruh
    tak utuh
    menempuh
    keluh

    jantung gemuruh
    membaca cuaca
    berjatuhan
    dari kenangan
    yang menjalar
    di masa muda

    2025


    Garis Pantai

    sepanjang garis
    matahari muda
    hangat pasir
    dan engkau yang memaku
    menyimpan biru laut
    di kedua mata

    garis tipis
    batas jejak ombak
    luruh di telapak kaki
    seorang perempuan muda

    2025


    Alexander Robert Nainggolan (Alex R. Nainggolan) lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Bekerja sebagai staf Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPPMPTSP) Kota Adm. Jakarta Barat. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku terpublikasi di media cetak dan online. Bukunya yang telah terbit Rumah Malam di Mata Ibu (kumpulan cerpen, Penerbit Pensil 324 Jakarta, 2012), Sajak yang Tak Selesai (kumpulan puisi, Nulis Buku, 2012), Kitab Kemungkinan (kumpulan cerpen, Nulis Buku, 2012), Silsilah Kata (kumpulan puisi, Penerbit basabasi, 2016), Dua Pekan Kesunyian (kumpulan puisi, Penerbit JBS, 2023), Fragmen-fragmen bagi Sayyidina Muhammad (kumpulan puisi, Penerbit Diva Press, 2024).

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleTuhan, Aku Ingin Viral!
    Next Article Aryanti, Perempuan Bermuka Rusak, dan Bunyi Gemeretak

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.