Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Ranjangku Digerogoti Takdir
    Puisi

    Ranjangku Digerogoti Takdir

    M.A. Haris Firismanda28 Februari 2021
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Ranjangku Digerogoti Takdir

    Aku bermimpi ranjangku mulai
    Digerogoti takdir
    Orang-orang panik isolasi rumah
    Sedang temanku berdiam diri dikandang ayam
    Melihat satu persatu telur yang
    Menetas dan membusuk

    Kulihat para sastrawan kecil bersedih hati
    Bingung akan diksi
    Menari gagap di atas kertas ilusi
    Jadi bulan-bulanan virus
    Antologi tengah jadi lembaran tak bernama
    Penerbit bingung karena bangkrut

    Kulihat televisi , dunia tengah memberitakan
    Bunga-bunga yang subur di pemakaman
    Hujan lebat dimana-mana
    petani naik panen
    para artis berdesakan memborong beras

    Padahal esok harus menanak nasi
    Para mahasiswa luntang-lantung serobot kursi
    Angka tujuh sedot rokok sampai sore
    Pulang ke kos badan menggigil
    Sedang pintu kamar di gedar-gedor
    Tagihan Tiga bulan

    Sidoarjo 8 November 2020


    Setangkai Jiwa

    Terjebak dalam jeruji tanya
    Pada kumpulan kata-kata
    Oleh nyanyian mayat
    Dalam sekumpulan air mata

    Terjebak dalam cinta
    Pada geledek hujan deras menyapu
    Sekumpulan botol-botol tuak kemabukanku

    Sidoarjo 29 Januari 2021

    Lelaki Kupu-Kupu

    Lelaki kupu-kupu
    Kutahu bersayap seribu
    Menepis kehidupan lalu
    Bersandar pada jam dinding

    Terbang setengah arah
    Menuju gelap bercinta dengan kunang-kunang
    Dalam rindu yang kenang

    Lelaki kupu-kupu
    Merayu-rayu petang
    Di pemakaman
    Terbaring tenang berendam tanah

    Sidoarjo Januari 18 2021


    Aku Melihat Mayatku

    Aku terbangun subuh
    Melihat jam terus berputar
    Kurasakan tubuh seberat kecacatanku
    Ku lihat diriku dalam cermin yang retak

    Ku tanyakan siapa kau
    Kau siapa
    Aku adalah kau
    Kau adalah aku
    Dalam diam
    Terpendam
    Tandas oleh segala tanya
    Aku melihat mayatku
    Sidoarjo 5 Februari 2021

    Kupu-Kupu Terbang
    Kupu-kupu terbang
    Jauh Menuju terang
    Terbawa angin musim
    Tak tahu kabut menutupi

    Selepas badai berganti
    Menjulang pelangi
    Walau tangis jadi hujan
    Walau pergi hanya jejak abadi

    Kupu-kupu terbang
    Jauh menuju terang
    Menanggalkan kenang
    Petang membayang

    Selepas kemarau datang
    Mawar berguguran terbang
    Menutup pintu-pintu pulang

    Sidoarjo 5 Januari 2021


    Hujan Dan Kemarau

    Ini hari kudengar
    Hujan turun
    Tak lagi
    Ada kemarau
    Hujan turun tak tahu kemana turun

    Hari ini kudengar
    Kemarau dan hujan bersahabat
    Berganti-ganti menyalami hari
    Tak tahu lagi
    Petani membajak
    Atau nelayan melaut

    Kudengar hari ini
    Tak ada hujan
    Tak ada kemarau
    Bunga-bunga tetap layu

    Sidoarjo 12 Januari 2021

    Karya M.A. Haris Firismanda

    Lahir di Sidoarjo, 18 Mei 1998. Saat ini tinggal di Perum TNI-AL, Sugihwaras, Candi, Sidoarjo.

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleMendung
    Next Article Kejanggalan di 7 Rue De M-

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.