Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»KBS
    Puisi

    KBS

    Sri Winarsih Munawaroh17 Agustus 2025
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    KBS

    Kebahagiaanku
    Dibentuk dari taman selfi
    Dan bunga-bunga yang menyunggingkan bibirnya
    Kupu-kupu menyentuh putik dengan lembut rasa
    KBS. Kebahagiaanku
    Berdesakan memenuhi jalan-jalan
    Dan menjadi sap-sap barisan
    Yang terus memanjang
    Lebih panjang dari jenis ular apapun
    Di KBS. Aku menyaksikan satwa
    Dan menikmati atraksi-atraksinya
    Ular menari gemulai penuh bahagia
    Burung-burung bernyanyi lagu hati suka cita
    Gema suara harimau menggaung
    Menembus bentala dan angkasa raya
    Gajah dan unta menari di karnaval alam
    Berputar membawaku menikmati wahana
    Semua itu kebahagiaanku

    2025


    Tunnel T I J

    Kepalsuanmu
    Berawal dari rasa penasaran yang mendalam
    Dan keingintahuan yang tidak tertahankan
    Membuat kedua kakiku melangkah
    Tunnel TIJ. Kepalsuanmu
    Terowongan memanjang dan berkelak- kelok
    Ku telusuri dengan langkah pasti
    Di sekitar. Aku nikmati kepalsuanmu
    Monyet memeluk pohon
    Gajah berjalan semampai bagaikan pragawati
    Harimau bergaya, dan kijang santai di padang pasir
    Ikan-ikan warna warni berenang riang gembira
    Buaya juga ikut menyapa dengan bahasa tubuhnya
    Kura-kura berjalan dengan malu
    Ular-ular bergelantungan di dahan pohon yang hijau
    Semua itu hanya permainan video maping belaka
    Semuanya kepalsuanmu.

    2025


    Jembatan Merah

    Semangat kami
    Dibentuk dari goresan sejarah
    Dan darah-darah para pejuang
    Yang berhias luka di tubuhnya
    Jembatan Merah. Semangat kami
    Merah darah warnamu
    Menyimpan kisah darah dan nyala jiwa
    Menggema langkah kaki pejuang
    Menyulam keberanian, membentang harapan
    Membakar semangat mempertahankan negeri
    Di Jembatan merah. Kami menyaksikan pengorbananmu
    Jejak langkah para pahlawan
    Mengukir sejarah tanpa lelah
    Gema semangat yang melintasi waktu
    Memanggil kami untuk bangkit

    2025


    UINSA

    Cita-cita anak bangsa, dibangun dari gedung-gedung fakultas
    Dan berbagai fasilitas, mendukung kegiatan kampus
    Perpustakaan. Cita-cita anak bangsa
    Berteman pada buku-buku dan menjadi pemburu ilmu
    Yang terus bergerak cepat, lebih cepat dari geraknya kilat
    Terbaca pada aktivitas akademika
    Keramaian kampus dengan perkuliahan
    Pada sivitas akademika. Lalu dia menyaksikan semuanya
    Gedung-gedung dibangun dan dimakmurkan
    Mahasiswa keluar masuk seperti revolving door
    Ruangan-ruangan ramai dan bising
    Tapi UINSA tetap berdiri kokoh
    Dosen-dosen dan tenaga kependidikan setia melayani
    Semuanya demi cita-cita anak bangsa.

    2025


    Kota Tua

    Kedewasaan kita,
    Dibentuk dari batu-batu sejarah
    Dan sudut-sudut gedung gelap
    Karat-karat tiang dan jendela lapuk
    Gedung-gedung tua. Kedewasaan kita
    Retak-retak pada dinding.
    Dan menjadi titian kesabaran
    Yang terus teruji
    Lebih kuat dari bangunan apapun
    Juga dari perasaan yang kecewa
    Ke kota tua. Mata kita memandang
    Dan menemukan bayang-bayang.
    Perjalanan sejarah menggoreskan jejak
    Pohon-pohon tumbuh menembus lantai waktu
    Sedang suara-suara telah sirna
    Dari kebisuan. Lalu kita belajar kehidupan
    Dinding berlumut dan kusen rapuh, tak ada tangis, tak ada tawa
    Hanya bisu yang perlahan jadi ikhlas, kebisuan kota tua gambaran kedewasaan kita


    Terminal Intermoda Joyoboyo

    Kehidupan kita
    Dibangun dari langkah-langkah manusia
    Dan lipatan waktu yang diam mengendap
    Ikhtiar, harapan, dan doa-doa
    Gedung TIJ. Kehidupan kita
    Bersambung dari waktu ke waktu
    Dan menjadi kisah-kisah kehidupan
    Yang terus berjalan
    Lebih panjang dari perjalanan apapun
    Juga dari impian yang melangit
    Ke langit-langit. Kita menatap diam
    Dan menemukan makna
    Perjalanan tidak benar-benar sampai
    Keberangkatan adalah pengulangan pulang yang tertunda
    Di TIJ. Kehidupan kita
    Wajah-wajah silih berganti, dengan arah dan tujuan tetap samar
    Manusia menyangka telah sampai, padahal sedang menunggu giliran pergi

    2025


    Masjid Al-Akbar Surabaya

    Ketaatan kita
    Dibangun dari dinding-dinding dzikir
    Dan tiang-tiang kesabaran
    Genteng-genteng air mata dan kubah
    Masjid Akbar. Ketaatan kita
    Bersimpuh pada sajadah
    Dan menjadi jalan peningkatan takwa
    Yang terus meningkat, lebih berat dari kegiatan apapun
    Juga dari perasaan takut yang mendalam
    Ke menara. Kita muhasabah
    Dan menghitung dosa-dosa
    Kehidupan menjadi tenang dan bahagia
    Ketenteraman tumbuh di jiwa yang ikhlas
    Di sajadah. Tetesan-tetesan air mata mengalir
    Bersama orang-orang mukmin ibadah
    Terdengar pada dinding dzikir
    Kedekatan batin dengan Tuhan

    2025


    Royal Plaza

    Keramaianmu
    Dilahirkan dari lapisan niat. dan lorong-lorong harapan
    Endapan langkah-langkah dan kehidupan
    Eskalator. Keramaianmu
    Berfokus pada lantai-lantai dan menjadi jejak-jejak kehidupan
    Yang terus tertinggal tanpa suara
    Lebih sunyi dari bisikan manapun
    Juga dari waktu yang tak pernah menunggu
    Ke lantai-lantai. Engkau bergerak
    Dan menyimpan ribuan jejak
    Kehidupan dunia menjadi dekat dan ringkas
    Lantai-lantai tak berceritera di royal yang sepi
    Sedang langkah telah hilang
    Di balik lower ground. Hanya keramaian imitasi
    Dengan suara-suara yang saling menimpah
    Terbaca pada tatapan yang hampa
    Perpindahan bayang-bayang manusia
    Dari satu etalase ke lain waktu, mengisi ruang tak bernyawa

    2025


    Mangrove

    Perjuangan hidup
    Disusun dari penyilangan akar dan lumpur-lumpur yang mencengkeram
    Gelombang-gelombang dan tanah asin
    Hutan Mangrove. Perjuangan hidup
    Bercabang akar dalam sujud panjang
    Dan menjadi kehidupan bermakna
    Yang terus bertahan, lebih berat dari besi manapun
    Juga gelombang yang menerjang
    Ke tepi pantai. Hanya pohon-pohon kuat
    Dan kesetiaan yang menemani disana
    Tersimpan pada ribuan ayat hijau
    Cita-cita dan makna yang bertahan
    Di akar. Kita mengambil ibra
    Kehidupan dibangun dari cinta dan sabar
    Meskipun gelap tak didatangi cahaya
    Tapi akar terus berjuang untuk hidup.

    2025


    Pabrik Kulit Wonocolo

    Kisahmu
    Dibangun dari dinding-dinding kenangan
    Dan langit-langit hitam,
    Jendela-jendela berdebu dan genteng tua,
    Meja kayu kasar. Kisahmu
    Berjejak pada goresan-goresan
    Dan menjadi sejarah
    Hanya dikenang oleh karat dan serpih kayu
    Juga dari perasaan yang pedih
    Di pabrik Kulit ini. Kamu menyimpan kenangan
    Dan meninggalkan cerita-cerita
    Perubahan kini jelas dan nyata
    Sedang kulit-kulit mentah telah lenyap
    Ke Beam House. Hanya ratapan tangis
    Dengan bau-bau yang menghapus sejarah pori-pori
    Terbaca pada drum besar, jeritan kulit tak terdengar
    Kulit-kulit mentah sirna seperti angin
    Namun tetap setia demi terbentuknya barang indah

    Puisi-puisi ini diciptakan dari program workshop yang digelar oleh Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS).


    Nama saya Sri Winarsih Munawaroh, S.Ag. Saya mulai aktif menulis ketika covid melanda negara Indonesia, tepatnya pada tahun 2021. Kali pertama saya menulis karena terpaksa. Pada waktu saya dipercaya menjadi anggota tim literasi, maka saya harus memberikan contoh pada peserta didik, sehingga saya mulai menulis. Sekarang saya masih punya karya 3 buku solo dan 10 buku antologi. Saya belum puas sampai disini.

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleSayembara Mendengar
    Next Article Tahi Lalat di Dada Larasati

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    Cahaya yang Ditelanjangi

    12 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.