Kebahagiaanku
Dibentuk dari taman selfi
Dan bunga-bunga yang menyunggingkan bibirnya
Kupu-kupu menyentuh putik dengan lembut rasa
KBS. Kebahagiaanku
Berdesakan memenuhi jalan-jalan
Dan menjadi sap-sap barisan
Yang terus memanjang
Lebih panjang dari jenis ular apapun
Di KBS. Aku menyaksikan satwa
Dan menikmati atraksi-atraksinya
Ular menari gemulai penuh bahagia
Burung-burung bernyanyi lagu hati suka cita
Gema suara harimau menggaung
Menembus bentala dan angkasa raya
Gajah dan unta menari di karnaval alam
Berputar membawaku menikmati wahana
Semua itu kebahagiaanku
2025
Tunnel T I J
Kepalsuanmu
Berawal dari rasa penasaran yang mendalam
Dan keingintahuan yang tidak tertahankan
Membuat kedua kakiku melangkah
Tunnel TIJ. Kepalsuanmu
Terowongan memanjang dan berkelak- kelok
Ku telusuri dengan langkah pasti
Di sekitar. Aku nikmati kepalsuanmu
Monyet memeluk pohon
Gajah berjalan semampai bagaikan pragawati
Harimau bergaya, dan kijang santai di padang pasir
Ikan-ikan warna warni berenang riang gembira
Buaya juga ikut menyapa dengan bahasa tubuhnya
Kura-kura berjalan dengan malu
Ular-ular bergelantungan di dahan pohon yang hijau
Semua itu hanya permainan video maping belaka
Semuanya kepalsuanmu.
2025
Jembatan Merah
Semangat kami
Dibentuk dari goresan sejarah
Dan darah-darah para pejuang
Yang berhias luka di tubuhnya
Jembatan Merah. Semangat kami
Merah darah warnamu
Menyimpan kisah darah dan nyala jiwa
Menggema langkah kaki pejuang
Menyulam keberanian, membentang harapan
Membakar semangat mempertahankan negeri
Di Jembatan merah. Kami menyaksikan pengorbananmu
Jejak langkah para pahlawan
Mengukir sejarah tanpa lelah
Gema semangat yang melintasi waktu
Memanggil kami untuk bangkit
2025
UINSA
Cita-cita anak bangsa, dibangun dari gedung-gedung fakultas
Dan berbagai fasilitas, mendukung kegiatan kampus
Perpustakaan. Cita-cita anak bangsa
Berteman pada buku-buku dan menjadi pemburu ilmu
Yang terus bergerak cepat, lebih cepat dari geraknya kilat
Terbaca pada aktivitas akademika
Keramaian kampus dengan perkuliahan
Pada sivitas akademika. Lalu dia menyaksikan semuanya
Gedung-gedung dibangun dan dimakmurkan
Mahasiswa keluar masuk seperti revolving door
Ruangan-ruangan ramai dan bising
Tapi UINSA tetap berdiri kokoh
Dosen-dosen dan tenaga kependidikan setia melayani
Semuanya demi cita-cita anak bangsa.
2025
Kota Tua
Kedewasaan kita,
Dibentuk dari batu-batu sejarah
Dan sudut-sudut gedung gelap
Karat-karat tiang dan jendela lapuk
Gedung-gedung tua. Kedewasaan kita
Retak-retak pada dinding.
Dan menjadi titian kesabaran
Yang terus teruji
Lebih kuat dari bangunan apapun
Juga dari perasaan yang kecewa
Ke kota tua. Mata kita memandang
Dan menemukan bayang-bayang.
Perjalanan sejarah menggoreskan jejak
Pohon-pohon tumbuh menembus lantai waktu
Sedang suara-suara telah sirna
Dari kebisuan. Lalu kita belajar kehidupan
Dinding berlumut dan kusen rapuh, tak ada tangis, tak ada tawa
Hanya bisu yang perlahan jadi ikhlas, kebisuan kota tua gambaran kedewasaan kita
Terminal Intermoda Joyoboyo
Kehidupan kita
Dibangun dari langkah-langkah manusia
Dan lipatan waktu yang diam mengendap
Ikhtiar, harapan, dan doa-doa
Gedung TIJ. Kehidupan kita
Bersambung dari waktu ke waktu
Dan menjadi kisah-kisah kehidupan
Yang terus berjalan
Lebih panjang dari perjalanan apapun
Juga dari impian yang melangit
Ke langit-langit. Kita menatap diam
Dan menemukan makna
Perjalanan tidak benar-benar sampai
Keberangkatan adalah pengulangan pulang yang tertunda
Di TIJ. Kehidupan kita
Wajah-wajah silih berganti, dengan arah dan tujuan tetap samar
Manusia menyangka telah sampai, padahal sedang menunggu giliran pergi
2025
Masjid Al-Akbar Surabaya
Ketaatan kita
Dibangun dari dinding-dinding dzikir
Dan tiang-tiang kesabaran
Genteng-genteng air mata dan kubah
Masjid Akbar. Ketaatan kita
Bersimpuh pada sajadah
Dan menjadi jalan peningkatan takwa
Yang terus meningkat, lebih berat dari kegiatan apapun
Juga dari perasaan takut yang mendalam
Ke menara. Kita muhasabah
Dan menghitung dosa-dosa
Kehidupan menjadi tenang dan bahagia
Ketenteraman tumbuh di jiwa yang ikhlas
Di sajadah. Tetesan-tetesan air mata mengalir
Bersama orang-orang mukmin ibadah
Terdengar pada dinding dzikir
Kedekatan batin dengan Tuhan
2025
Royal Plaza
Keramaianmu
Dilahirkan dari lapisan niat. dan lorong-lorong harapan
Endapan langkah-langkah dan kehidupan
Eskalator. Keramaianmu
Berfokus pada lantai-lantai dan menjadi jejak-jejak kehidupan
Yang terus tertinggal tanpa suara
Lebih sunyi dari bisikan manapun
Juga dari waktu yang tak pernah menunggu
Ke lantai-lantai. Engkau bergerak
Dan menyimpan ribuan jejak
Kehidupan dunia menjadi dekat dan ringkas
Lantai-lantai tak berceritera di royal yang sepi
Sedang langkah telah hilang
Di balik lower ground. Hanya keramaian imitasi
Dengan suara-suara yang saling menimpah
Terbaca pada tatapan yang hampa
Perpindahan bayang-bayang manusia
Dari satu etalase ke lain waktu, mengisi ruang tak bernyawa
2025
Mangrove
Perjuangan hidup
Disusun dari penyilangan akar dan lumpur-lumpur yang mencengkeram
Gelombang-gelombang dan tanah asin
Hutan Mangrove. Perjuangan hidup
Bercabang akar dalam sujud panjang
Dan menjadi kehidupan bermakna
Yang terus bertahan, lebih berat dari besi manapun
Juga gelombang yang menerjang
Ke tepi pantai. Hanya pohon-pohon kuat
Dan kesetiaan yang menemani disana
Tersimpan pada ribuan ayat hijau
Cita-cita dan makna yang bertahan
Di akar. Kita mengambil ibra
Kehidupan dibangun dari cinta dan sabar
Meskipun gelap tak didatangi cahaya
Tapi akar terus berjuang untuk hidup.
2025
Pabrik Kulit Wonocolo
Kisahmu
Dibangun dari dinding-dinding kenangan
Dan langit-langit hitam,
Jendela-jendela berdebu dan genteng tua,
Meja kayu kasar. Kisahmu
Berjejak pada goresan-goresan
Dan menjadi sejarah
Hanya dikenang oleh karat dan serpih kayu
Juga dari perasaan yang pedih
Di pabrik Kulit ini. Kamu menyimpan kenangan
Dan meninggalkan cerita-cerita
Perubahan kini jelas dan nyata
Sedang kulit-kulit mentah telah lenyap
Ke Beam House. Hanya ratapan tangis
Dengan bau-bau yang menghapus sejarah pori-pori
Terbaca pada drum besar, jeritan kulit tak terdengar
Kulit-kulit mentah sirna seperti angin
Namun tetap setia demi terbentuknya barang indah
Puisi-puisi ini diciptakan dari program workshop yang digelar oleh Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS).
Nama saya Sri Winarsih Munawaroh, S.Ag. Saya mulai aktif menulis ketika covid melanda negara Indonesia, tepatnya pada tahun 2021. Kali pertama saya menulis karena terpaksa. Pada waktu saya dipercaya menjadi anggota tim literasi, maka saya harus memberikan contoh pada peserta didik, sehingga saya mulai menulis. Sekarang saya masih punya karya 3 buku solo dan 10 buku antologi. Saya belum puas sampai disini.


