Aku tak pernah mencintai
kota-kota yang kausinggahi
atau dari mana
kau bermula.
Aku mencintai langkah kaki dan degup jantungmu
ke kota manapun
kau menuju
jauh.
Sebab bila kau tak lagi mencintaiku
tak ada tempat-tempat
yang dapat menyakitiku
selain dirimu.
2025
Menarik Selimut Malam
maka biarkan sejenak aku lelap
ke dalam dirimu
seraya menarik selimut malam
agar pengembaraan lelah dan luka ini
menemukan tempat yang tepat untuk pulih.
di luar udara dingin membekukan tubuh
tapi tidak dengan rindu
di luar gelap malam menyekap netra
tapi tidak dengan suluh harapan
entahlah,
segalanya yang ada pada dirimu
adalah ketenangan;
menjadi satu-satunya jalan pulang
bagi ketidaktahuan dan kebodohanku
memahami mengapa perasaan-perasaan ini
bisa tumbuh di tanah lapang dalam dadaku.
perasaan yang kerap diyakini
oleh semua umat manusia
sebagai cinta yang bergerak
melampaui batasannya.
2025
Pesan Ibu Sebelum Tidur
sedewasa apapun kamu
dunia masih saja liar.
tidak ada yang benar-benar jinak.
kau tahu, nak. kita semua adalah pemangsa.
dan yang perlu kaulakukan
untuk menghadapi semua perkara terkutuk itu
hanyalah latihan tidur yang cukup.
sebab saat dunia semakin brutal
kau tidak akan kehabisan tenaga.
2025
Lalu Harus Apa?
ya, tidak apa-apa, bukankah
masih mencintai seseorang yang tidak
bisa kita miliki.
lalu harus apa?
jika kau bilang, sesuatu yang pergi biarkan berlalu
maka biarkan aku memilih untuk tetap mencintai
mendoakan, menulis, dan memeluknya dari jauh.
kau tidak akan pernah mengerti sampai kau
berada di sisi itu; kenangan-kenangan bisa membuatmu
bangun pagi bahagia meski kau tahu hal-hal
bisa terlihat bodoh di mata orang lain.
kau tidak akan pernah mengerti.
dan tidak perlu khawatir. bukankah hidup telah
memperlakukan semua orang-orang bodoh
dengan sangat baik?
2025
Sebuah Buku
kau adalah buku kesukaanku.
tapi sialnya,
aku tak pernah menemukan
apa peranku di sana.
aku hanya tersenyum
dan mengakui keadaannya;
bahwa kau hanya bisa
sebatas dirindukan
bukan dimiliki.
dan seluruh perbincangan
yang hangat ini adalah sebuah panduan
untuk berhenti saling mengenang.
2025
Penulis lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Seorang Guru Sekolah Dasar. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Bukubukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital seperti kompas.id, Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, bacapetra.co, dll, serta sejumlah antologi nasional.


