Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Sang Koruptor
    Puisi

    Sang Koruptor

    Juwairiyah Mawardy31 Januari 2021
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Sang Koruptor

    I
    aku dibuat dari api seperti halnya iblis diciptakan
    jika aku musnah maka mudah saja aku menjelma kembali
    tidakkah kau ingat suatu kisah masa silam?
    iblis tak sudi menyembah Adam lantaran dirinya
    diciptakan dari api, sementara Adam hanya tercipta dari tanah
    maka begitulah. tak sudi aku bersentuhan dengan hukum
    tak ada hukum dalam duniaku

    II

    lihat dinastiku
    tak akan tumpas oleh amukan demonstrasi
    atau sekadar caci maki tiada henti
    karena sebagai api aku telah mengasapi segenap urat nadi
    darah daging dan pribadi

    III

    tidak ingatkah kau kisah Nuh dengan perahunya?
    tak perduli aku adalah Kan’an, jantungku telah didenyutkan
    oleh detak korupsi
    ingat pulalah ayah Ibrahim
    ia menjadi bagian dari apiku
    sepenuh kesadaran menjelma sebagai pertentangan
    dari masa ke masa, zaman dan pergantian dinasti
    tak akan tumbang apiku, membumbung ke langit tinggi

    IV

    tak ada hukuman mati untukku
    karena yang menciptakan hukuman mati
    akan membunuh dirinya pula
    bukankah kau tak mau mati bersamaku?

    V

    maling ayam, pencuri sandal, pencoleng kayu,
    polisi memborgolnya seperti benar-benar maling
    menembaknya di kaki jika lari
    memukulnya di punggung jika memberontak
    menendangnya di pantat jika pura-pura sakit
    dan memberinya seragam tahanan yang selusuh pasar kampung
    dengan nomor-nomor seri menjijikkan

    sedang aku?
    dijemput dengan ketertiban
    jika aku ke luar negeri, aku dijemput dengan rombongan khusus
    jika aku akan diadili kemudian pura-pura sakit
    cukup surat keterangan dokter maka ditundalah peradilanku
    seperti halnya anak sekolah berkirim surat izin pada guru kelasnya
    dan aku boleh tetap memakai dasi kebanggaanku
    meski aku duduk di kursi pesakitan

    VI

    begitu manis perlakuan hukum kepadaku
    tak perduli api-api dariku telah membakar kenyamanan hidup rakyat
    karena hukum takut menyentuhku
    karena terkadang hukum menjadi tunduk padaku begitu mengenalku
    begItu pundi-pundi hukum kualiri permata

    VII

    maka, hingga dinasti siapapun di negeri ini
    apiku akan tetap menyala
    berkobar membakar ujung-ujung jari demokrasi
    siapa yang kebal terhadap apiku?

    Tanah Berkapur, 2021

    Karya : Juwairiyah Mawardy

    Penyair perempuan kelahiran Sumenep. Menulis puisi sejak usia sekolah. Beberapa sajaknya terkumpul dalam antologi bersama, Nuansa Diam (1995), Surat Putih (2002), Negeri Terluka (2005) dan Perempuan Laut (2016). Bekerja sebagai advokat desa dan aktivis sosial. Aktif di komunitas literasi Kata Bintang. Tinggal di Sumenep.

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleIda Rahima dan Jago Hitam
    Next Article Ada Luka di Kaki Ibu

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.