Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Sajak Tentang Laut
    Puisi

    Sajak Tentang Laut

    Vivid Habib27 Desember 2020
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Sajak Tentang Laut

    Aku pelaut yang tak paham akan jalan pulang
    Maka tuntunlah aku hingga ke dermaga

    Sebab kau adalah laut; yang diam dan ganas
    Serta menghanyutkan

    Ada simpul yang merekah dan terjalin kuat di senyummu
    Dan kulihat, senja sedang jatuh di ufuk mata

    Akulah layar terkembang; ingin menjelajah
    Janganlah terengah, sebab esok masih entah

    (2017)


    Selepas Kopimu

    1/
    Denting sendok yang beradu
    Dalam gelas-gelas kopimu
    Semakin lama, semakin terasa sendu

    2/
    Lalu kau tambah pemanis secukupnya
    Dan beberapa mili air panas
    Biarkan ia menjadi satu

    3/
    Kemarilah, jadikan kopi itu teman saat kita bercengkrama
    Di beranda rumah, selepas kerja
    Setelah hujan mengguyur beberapa kepala

    4/
    Uapnya mengepul
    Bersama kretek kita yang menjerit
    Meronta-ronta saat digamit

    5/
    Obrolanpun tumpah satu per satu
    Bersama kopi-kopimu yang terasa laknat
    Lantas kita sebut itu hebat

    6/
    Dadamu berdegup, dadaku juga
    Setelah obrolan itu
    Dan selepas kopi-kopimu

    (Natal 2013)


    Tentang Irisan Roti

    Aku larut dalam kesunyian pagi
    Beserta secangkir kopi dan beberapa irisan roti yang
    uapnya seperti abu, aku ciumi seutuhnya
    Pada roti itu, pada cangkir-cangkir kopi yang hitam
    Lalu aku bangga dan aku sangat lupa
    bahwa aku masih didunia, bukan disurga

    (2015)


    Peristiwa Pagi

    Kecupan uap yang mengepul
    Mengalir melesak menuju hidungmu
    Merambati tubuhmu
    Tetapi kau tahu, itu bukanlah nadi
    Pada segelas yang kau nikmati
    Sebagai pertanda awali hari

    (2015)


    Kopimu

    Berkali-kali aku berlabuh
    Lalu kutenun biji kopi itu
    Seperti hangatnya yang menyambung
    Setiap teguk yang leleh di kerongkonganmu
    Lalu menetes hingga ke pori-porimu
    Hitam pekat yang kuanggap lancar
    Mungkin bisa menjadi ajal

    (Natal, 2013)


    Hikayat Sebuah Kota

    Setiap hari, aku selalu berulang-alik
    melintasi dua kepala yang berbeda: kepalaku dan kepalamu
    Aku kerap singgah di keduanya lalu kudirikan kota di sana
    Agar tidak sepi, maka sengaja ku undang
    beberapa dari mereka yang telah dulu menjadi penghuninya

    (2018)

    Karya : Vivid Habib

    Vivid Habib, domisili di sidoarjo. Buku kumpulan cerpennya, Perempuan yang Menjadi Hujan (Ellunar Publisher, 2015).

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleKetika Malam Tiba-Tiba Dingin
    Next Article Dermaga Ujung

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    24 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.