Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Puisi»Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung
    Puisi

    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    Tri Wulaning Purnami24 Agustus 2025
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Jejak Kota Tua di Bawah Lembayung

    Kebekuan kita
    Dibuat dari batubatu ditata
    Dan bayang-bayang silam
    Tembok-tembok rapuh dan pucuk-pucuk gedung. Kebekuan kita
    Mengelupas pada cat-cat
    Dan menjadi titian zaman
    Yang selalu berputar

    Makin gigil dari gelap manapun
    Juga dari luka yang terbang ke awan. Kita menghitung sunyi
    Dan mendapatkan peta-peta
    Tumbang menjadi ringkih dan terpuruk
    Daun-daun tak tumbuh di pohon sepi
    Sedang rerumputan telah kering
    Di telan matahari. Hanya bata-bata luruh
    Dengan kaki-kaki yang makin menjauh

    Surabaya, Balai Pemuda, 17 Juni 2025


    Jembatan Merah Menjaga Sejarah

    Terbaca pada warna kusam
    Kebekuan kota tua dan lembayung yang terbengkalai
    Di jembatan merah. Lalu kita terpekur menatap
    Gedung-gedung tua ditelan senja
    Jalan-jalan masih lurus seperti janji
    Pohon-pohon mati dan hilang
    Tapi mentari terus memanggang jantung sunyi
    Dan bangkai-bangkai hewan piaraan
    Semuanya kebekuan kita

    Berderet gedung-gedung kuno
    Dan kekakuan pintu-pintu
    Lorong-lorong sunyi yang panjang
    Tanpa batas. Kebekuan kita menatap patung-patung
    Dan menjawab kalimat-kalimat lara
    Tapi selalu dibaca malam
    Dengan bintang yang menangis

    Surabaya, Balai Pemuda, 17 Juni 2025


    Balai Pemuda Tak Ingin Luka

    Burungburung mematuk
    Remah roti dari bocah bermain
    Skate board meluncurkan asa
    Berceloteh riang. Burung-burung
    Membawa mimpi menjelajah
    Semesta raya titian datang
    yang selalu menanti

    Lembayung menyapa dinding balai pemuda
    Mengejar bayang sendiri dan menerkamnya.
    Lalu mendung datang.
    Menertawakan matahari yang tenggelam
    Lenyapkan mimpi tertunda karena hujan
    Atap-atap balai pemuda tak ingin luka
    Sedang pohon-pohon tak henti zikir
    Di tengah rinai. Hanya gigil memeluk
    Pada jejak-jejak bocah yang jenaka

    Surabaya, 25 Juni 2025


    Rindu Pulang Tugu Pahlawan

    Tampak pada warna dinding yang bersih
    Tugu Pahlawan tersenyum dan lembayung bertandang
    Pada air mancur. Lalu bocah-bocah terpekur
    Menatap liukan air memainkan angin
    Pelataran makin ramai dipenuhi kesetiaan
    Ada yang mati dan tumbuh lagi
    Tapi lembayung terus berlalu menjemput petang
    Dan gelak tawa bocah-bocah makin hilang
    Membawa rindu pulang

    Berderet-deret gedung tua
    Dan kebekuan pintu-pintu
    Lorong-lorong diam dalam senyap
    Sepanjang waktu. Kesunyian kita memandang
    Air mancur
    Dan memainkan aksara-aksara sajak
    Yang dibaca serupa mantra
    Pada hening yang menanti

    Surabaya, 25 Juni 2025


    Tangis Semanggi Suroboyo

    Di setopan lampu merah terdengar lagu
    Mengingatkan jejak lawas bakulan semanggi
    Menyunggi asa setinggi surya
    Memetik kehangatan dedaun dari rahim ibu

    Semanggi kian jauh dari dekapan ibu
    Hilang ditelan batu-batu tumbuh menjulang
    Semua hengkang tak kunjung pulang
    Jadi angan di pelupuk mata yang basah

    Jalan-jalan yang dulu ramai penjual datang
    Kini jadi cerita saat kopi mulai dituang
    Semanggi Suroboyo aromanya perlahan hilang
    Kembali ke rahim ibu yang sunyi

    Surabaya, 18 Juli 2025


    Penulis buku tunggal, buku pelajaran SMK, dan antologi berbagai genre. Penerima Anugerah Guru Bestari Literasi Indonesia Angkatan II masa bakti 1 Mei 2025 – 1 Mei 2026. Anugerah Guru Inovator Literasi Indonesia 2025. Mentor Puisi Etnik ASEAN 2025, Peenghargaan GCC Batch 3 Tahun 2022 Kategori APB Fiksi Tingkat Jawa Timur. Mentor Puisi Etnik ASEAN (2025), Mentor Antologi Karmina ASEAN (2024), Mentor Antologi Gurindam ASEAN (2023. Penulis Rekor MURI Dunia untuk Antologi ASEAN kategori penulis terbanyak (2018, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025) bersama Perruas, Penulis Rekor MURI Dunia Antologi Pentigraf (2025) bersama Dandelion Publisher. Karyanya juga dimuat pada media cetak dan media online. Email: [email protected] Fb/Ig. Tri Wulaning Purnami WA. 0815515981

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleTahi Lalat di Dada Larasati
    Next Article Balada Rerimbun Daun Teh

    Karya Lainnya

    Perempuan di Ambang Senja

    31 Mei 2026

    Tunjungan Plaza

    12 Oktober 2025

    Surabaya Bernyanyi dalam Hati

    7 September 2025

    Perjamuan di Midtown

    31 Agustus 2025

    KBS

    17 Agustus 2025

    Cahaya yang Ditelanjangi

    12 Agustus 2025
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.