Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Resensi Buku»Potret Perjuangan Cinta Kaum Marginal
    Resensi Buku

    Potret Perjuangan Cinta Kaum Marginal

    Bias Maneka5 Juli 2020
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Potret Perjuangan Cinta Kaum Marginal

    Cinta Terlarang (Call Me By Your Name)
    Andre Aciman | PT Serambi Ilmu Semesta

    Iacta alea est, dadu sudah terlanjur dilempar. Maka tak ada jalan untuk kembali pulang.

    Elio tak mungkin bisa mengembalikan waktu dan membohongi perasaannya. Elio harus berhadapan dan berperang dengan hati kecilnya sendiri. Sebuah keniscayaan yang coba dipungkiri dan dikubur dalam- dalam. Elio mencoba mengkhianati dan melawan takdir.

    Sebuah kisah perjuangan cinta kaum homoseksual. Pergolakan perasaan Elio digambarkan begitu detil dan panjang di hampir separuh pertama isi buku. Sehingga mungkin akan sedikit membosankan bagi anda penyuka bacaan seru sekaligus penuh dengan kejutan. Andre Aciman memang seolah meminta pembacanya untuk benar-benar memahami tokoh Elio. Kepribadiannya, pergolakan batinnya serta perjuangannya untuk menemukan cinta sejati.

    Bagi Elio, menemukan Oliver seperti menemukan jalan untuk pulang. Andre Aciman seperti benar-benar menyelami kehidupan seorang gay, sebelum menuangkannya dalam sebuah tulisan. Termasuk bagaimana kaum tersebut melakoni aktifitas seksualnya. Bahkan Andre pun mampu menggambarkan dengan nyaris sempurna, efek dari setiap sentuhan sekecil apapun antara Elio dan Oliver. Tak heran jika buku terbaik Publisher Weekly 2007 ini juga meraih Rauxa Award 2007 dan didaulat sebagai novel erotis terbaik.

    Memang butuh kesabaran dan waktu lebih banyak, jika anda ingin mengikuti dan akhirnya bisa menikmati setiap alur cerita. Namun jika anda telah membaca keseluruhan isi cerita, maka dijamin anda akan menemukan pengalaman baru. Anda akan merasa seolah-olah telah mengenal dengan baik sosok Elio dan Oliver, yang coba digambarkan Andre sebagai representasi kaum homoseksual.

    Bagaimana kehidupan mereka dan cara mereka untuk mempertahankan eksistensi. Namun tentu saja tolak ukurnya tidak bisa dipakai di negara ini, mengingat masyarakat kita yang masih menganggap kaum gay sebagai bagian dari mereka yang terpinggirkan.

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleSky Burial : Mitos para Dewa dan Cinta
    Next Article Kisah Resah Sang Bromocorah

    Karya Lainnya

    Satu Buku, Dua Pandangan

    24 Mei 2022

    Ironi Transaksi Kematian

    1 Juli 2021

    Bangkitnya Kisah yang Tak Pernah Usai

    15 Mei 2021

    Mengasah Empati Berbekal Imaji

    3 Januari 2021

    Xu Sanguan dan Semangkuk Kisah Perjuangan

    15 November 2020

    Mengurai Simpul Kelam Vegetarian

    1 November 2020
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.