Close Menu
sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    UNJUK KARYA
    webutama
    • Beranda
    • Sastra
      • Cerita Pendek
      • Puisi
      • Resensi Buku
      • Info Sastra
    • Visual
    • UKM
    • Tentang Kami
      • Sastra untuk Semua
      • Unjuk Karya
      • Kontak
    sastra.beritajatim.idsastra.beritajatim.id
    Home»Resensi Buku»Sketsa Jenaka dan Apatisme Kaum Pembunuh
    Resensi Buku

    Sketsa Jenaka dan Apatisme Kaum Pembunuh

    Bias Maneka23 Agustus 2020
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
    Sketsa Jenaka dan Apatisme Kaum Pembunuh

    Judul : The Plotters
    Penulis : Un Su Kim
    Penerbit : Noura Books

    Aib bersembunyi di balik kemuliaan. Kejelekan bersembunyi di balik kecantikan. Jaringan rumit kebohongan bersembunyi di balik apa yang kita sangka kebenaran. Dan kegelisahanpun menyusup dalam diam di balik tembok kokoh yang kita sebut keberanian. Paling tidak ironi inilah yang muncul, saat menelusuri jalinan cerita para perencana dalam novel The Plotters.

    Siapakah para perencana? Kaum pembunuh bayaran yang tergabung dalam jaringan yang dipimpin oleh Rakun Tua dan bermarkas di sebuah perpustakaan yang tak kalah tua. Mereka menyebut tempat itu sebagai Kandang Anjing. Satire? Sudah tentu. Namun inilah sudut pelik yang coba dihadirkan oleh Un Su Kim, penulis The Plotters. Rumitnya kehidupan yang harus dijalani sebagai pembunuh bayaran, hingga persaingan memperebutkan klien yang memaksa mereka bertindak tak manusiawi, diramu begitu kental oleh Un Su Kim.

    Tumbangnya tiga dekade kediktatoran militer dan kemunculan mendadak demokratisasi, telah menimbulkan ledakan besar dalam industri pembunuhan. Rezim baru pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis, kekuasaan yang terjebak pada standar kesempurnaan moralitas, turut memicu tingginya angka permintaan pembunuhan.

    Ketika pekerjaan meningkat, maka para pemula kecil baru, pembunuh gaek, gangster tua, pensiunan tentara, mantan detektif dan beragam profesi yang lain, merangsek masuk membanjiri pasar daging. Tempat dimana berbagai transaksi kriminal dilakukan dengan ilegal, termasuk layanan pesanan pembunuhan. Mereka akan bersedia diupah berapapun dan menerima tawaran menghabisi nyawa seseorang, hanya sekedar demi melanjutkan hidup.

    Seolah berupaya agar novelnya tak terlalu “suram”, Un Su Kim memunculkan beberapa tokoh dengan karakter kontradiktif. Misalnya karakter tokoh utama, Reseng. Dia digambarkan sadis, tegas, sekaligus cerdas. Namun ada kalanya terlihat sangat naif dan melankolis. Apalagi saat Reseng diceritakan panik, setelah menemukan sebuah bom kecil serupa pil, yang menempel di toilet kamar mandinya. Kepanikan ala Reseng, digambarkan mencekam sekaligus jenaka oleh Kim.

    Reseng juga dituturkan sebagai pembunuh bayaran yang gemar membaca tak ubahnya Rakun Tua. Rakun Tua adalah mantan pembunuh sekaligus ayah angkat Reseng, yang menghabiskan sisa hidupnya dengan merawat buku-buku diperpustakaan “Kandang Anjingnya”, dan memiliki kebiasaan membaca dengan suara keras yang menyebalkan. Rakun Tua juga akan sangat cerewet jika menemukan selapis debu tipis, pada buku-buku “ajaib” koleksinya.

    Karakter kontradiktif juga diwujudkan sempurna dalam tokoh Mito dan Tukang Cukur. Mito merupakan pembunuh bayaran yang kesehariannya bekerja sebagai gadis penjaga toko dengan prestasi akademik yang sempurna. Sementara Tukang Cukur, sesuai dengan namanya, sehari-hari bekerja sebagai tukang pangkas rambut yang nyaris tak bersedia dibayar karena kebaikan hatinya.

    Sebagai novel thriller, The Plotters mampu menyajikan kisah dunia kriminal yang menarik. Perpaduan dari unsur mencekam, misterius, sadis, sekaligus sinis. Pengkhianatan yang dibalur dengan keresahan dan kecurigaan, akan mampu memperkaya sisi imajinatif pembaca. Sesekali humor juga dimunculkan oleh Kim, hingga menjadikan novel ini seolah terasa sebagai paket lengkap yang sayang untuk dilewatkan.

    Lahir 48 tahun silam di Busan, Un Su Kim telah menghasilkan beberapa novel yang banyak menuai pujian. Ia penulis yang berbakat dan piawai merangkai karakter dan kisah. Ia berhasil menerima Munhakdongne Novel Prize, penghargaan sastra paling prestisius di Korea. Tak sekedar itu, Kim juga dinominasikan untuk Grand Prix de la Litteraire Policiere pada 2016.

    Novel setebal 410 halaman ini, dicetak pertama kali pada Juli 2020 oleh penerbit Noura Books. Dengan penulisan serta terjemahan yang cermat dan akurat nyaris tanpa cela, The Plotters menawarkan kemudahan pembacanya untuk mengikuti alur hingga akhir cerita. Menegangkan, mendebarkan, mengkhawatirkan, menyedihkan, romantis, bahkan jenaka. Sempurna.

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp
    Previous ArticleMega
    Next Article Memasuki Ruang Oposisi Hari Ini dalam Naskah Lakon Lahirnya Kematian

    Karya Lainnya

    Satu Buku, Dua Pandangan

    24 Mei 2022

    Ironi Transaksi Kematian

    1 Juli 2021

    Bangkitnya Kisah yang Tak Pernah Usai

    15 Mei 2021

    Mengasah Empati Berbekal Imaji

    3 Januari 2021

    Xu Sanguan dan Semangkuk Kisah Perjuangan

    15 November 2020

    Mengurai Simpul Kelam Vegetarian

    1 November 2020
    Karya Sastra Terbaru

    Pamit yang Tak Pernah Terucap

    By Kuntoro Rido A

    Yang Pergi Lebih Dulu

    By Hendro D. Laksono

    Lampu Kamar Anshar

    By Nurita W. Prasaja

    Amplop Berwarna Cokelat

    By Anindya Bethari

    Secangkir Kopi Sebelum Pulang

    By Anindya Bethari

    Awam dan Semesta yang Tak Pernah Memihak

    By Idrus Zamuji

    Perempuan di Ambang Senja

    By Idrus Zamuji

    Bangku Nomor Tujuh

    By Katelyn Mandasari

    Perbincangan Minggu Pagi

    By Anindya Bethari

    Minimarket dan Jalan Pulang Itu

    By Aldi Hilman Anshar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Beranda
    • Sastra
    • Tentang Kami
    • BERITAJATIM MENGUNDANG PENYAIR DAN CERPENIS
    • Arsip
    © 2026 Sastra Beritajatim.com | sastra untuk semua .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.